Open Nav
Proses Tuna di Ternate, Ekspor ke Bahrain

Lamongan - Jangkauan pemasaran Perum Perikanan Indonesia (Perindo) makin meluas. Kini, Perum Perindo siap merambah pasar Timur Tengah, yaitu Bahrain. Sebelum ini Perum Perindo sudah melakukan ekspor ke Korea, Taiwan, Hongkong, Jepang dan Amerika Serikat.

Rencana ekspor ke Bahrain berupa olahan ikan tuna dalam bentuk loin atau potongan daging tanpa tulang. Loin yang akan diekspor adalah hasil olahan unit pengolahan ikan (UPI) di Ternate, Maluku. "UPI ini merupakan kerjasama Perum Perindo Cabang Brondong dengan Koperasi Santo Alvin Pratama, Ternate," kata General Manager Perum Perindo Cabang Brondong Sigit Suhendi.
Menurut Sigit, kerjasama ini juga melibatkan nelayan setempat, khususnya binaan Koperasi Santo Alvin Pratama. Cabang Brondong membeli ikan tuna tangkapan nelayan, lalu diolah di UPI tersebut. "Setiap bulan nelayan Ternate mengirim tuna minimal 18 ton," katanya.

Tuna dari nelayan itu diolah menjadi loin, dengan kuantitas sekitar 9 ton. Selanjutnya, 9 ton loin itu rencana akan diekspor ke Bahrain, dengan nilai sekitar Rp 1 miliar. Dalam satu bulan, ditargetkan bisa ekspor 2 x 9 ton atau 18 ton. ''Kami akan terus meningkatkan produksi olahan, memanfaatkan musim tuna," kata Sigit lagi.

Selain untuk ekspor, lanjut dia, loin olahan UPI di Ternate ini juga akan disiapkan untuk pasar domestik. Termasuk untuk mewujudkan sinergi BUMN dengan melayani BUMN-BUMN yang membutuhkan olahan ikan dalam kegiatan usahanya. Antara lain PT Garuda Indonesia untuk keperluan catering di pesawat, dan Hotel Indonesia Group. (*)