Open Nav
Fokus Pengembangan dan Investasi Pelabuhan Perikanan

Apa Itu Pelabuhan Perikanan?

 

Pelabuhan perikanan menurut UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah menjadi UU No 45 Tahun 2009 merupakan tempat yang terdiri atas daratan dan perairan di sekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan sistem bisnis perikanan yang digunakan sebagai tempat kapal perikanan bersandar, berlabuh, dan/atau bongkar muat ikan yang dilengkapi fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang perikanan. Sebaran pelabuhan perikanan di Indonesia jumlahnya tercatat pada saat ini mencapai 669 pelabuhan.

 

Fungsi pelabuhan perikanan diantaranya :


1. Pelayanan tambat dan labuh kapal perikanan
2. Pelayanan bongkar muat
3. Pelayanan pembinaan mutu dan pengolahan hasil perikanan
4. Pemasaran dan distribusi ikan
5. Pengumpulan data tangkapan dan hasil perikanan
6. Tempat pelaksanaan penyuluhan dan pengembangan masyarakat nelayan
7. Pelaksanaan kegiatan operasional kapal perikanan
8. Tempat pelaksanaan fungsi karantina ikan
9. Pelaksanaan kesyahbandaran
10. Tempat pelaksanaan fungsi karantina ikan
11. Publikasi hasil pelayanan sandar dan labuh kapal
12. Tempat publikasi hasil riset kelautan dan perikanan
13. Pemantauan wilayah pesisir dan wisata bahari
14. Pengendalian lingkungan

 

 

 

Klasifikasi dan kriteria pelabuhan perikanan dibagi menjadi 4 golongan yaitu PPS, PPN, PPP dan PPI. Masing-masing dibedakan menurut wilayah operasional, fasilitas tambat labuh, panjang dermaga, luas lahan, kedalaman kolam, kapasitas menampung kapal perikanan, jumlha produksi rata-rata hingga industri penunjang.

 

 

 

Fokus kebijakan pembangunan/pengembangan pelabuhan perikanan berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan
Nomor 45 Tahun 2014 tentang Rencana Induk Pelabuhan Perikanan Nasional, diantaranya :


1. Pembangunan pelabuhan perikanan untuk memenuhi pelayanan masyarakat dalam rangka penguatan ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan nelayan
2. Pembangunan pelabuhan perikanan pada lingkar luar wilayah kepulauan Indonesia (Outer Ring Fishing Port) dan daerah perbatasan
3. Konektivitas/jejaring antar pelabuhan perikanan guna menjamin ketersediaan pasokan ikan
4. Peningkatan daya saing produk hasil perikanan agar dapat menyediakan kualitas hasil perikanan yang memenuhi standar mutu
5. Mendukung terwujudnya pengelolaan sumberdaya ikan yang berkelanjutan
6. peningkatan kerjasama lintas sektor dan swasta dalam pembangunan pelabuhan perikanan

 

 

 

Peluang investasi di pelabuhan perikanan


1. Penyelenggaraan pelelangan ikan
2. Penyaluran BBM (Solar, minyak tanah, dan oli)
3. Pabrik (penyaluran) es
4. Logistik melaut
5. Bengkel (penyempurnaan)
6. Docking (slipway)
7. Pengolahan ikan
8. Simpan pinjam
9. Cold storage
10. Penampungan Ikan (Chilling room)
11. Pemasar/bakul ikan
12. Penjualan ikan (insulated truck)
13. Pasok air bersih + instalasi
14. Penjualan alat tangkap
15. Penjualan suku cadang
16. Showcase
17. Armada/kapal penangkap ikan 30 GT
18. Penyempurnaan lantai & pagar TPI
19. Pembinaan SDM/pengelolaan

 

 

 

Sumber :

 

Forum Pelabuhan Perikanan Indonesia (FPPI), Bandung, 2-5 Januari 2016