Open Nav
Perindo Siap Operasikan Pasar Ikan Moderen

Jakarta,– Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) berencana untuk merevitalisasi Pusat Pelelangan Ikan (PPI) Muara Baru. Bangunan PPI yang dikelola Perum Perikanan Indonesia sejak lama menjadi pusat transaksi jual-beli hasil produksi nelayan yang melakukan bongkar muat di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta (PPSNZJ). Demi meningkatkan kenyamanan bertransaksi para pelaku usaha dan memutakhirkan sistem jual beli serta mengembalikan fungsi PPI sebagai tempat pelelangan dengan harga terbuka, maka Ditjen PDSPKP akan merevitalisasi PPI menjadi Pasar Ikan Terintegrasi dan Online.

 

            Ditjen PDSPKP telah beberapa kali menyampaikan rencana revitalisasi pasar ikan seluas 9.856 m2 tersebut dengan para pelaku usaha di kawasan PPNSZJ bersama dengan Perum Perikanan Indonesia sebagai pengelola. KKP dan Perum Perikanan Indonesia telah mengajak para pelaku usaha untuk duduk bersama membahas rencana pembangunan Pasar Ikan Terintegrasi dan Online serta untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak. Pertemuan ke-3 diselenggarakan di ruang rapat Perum Perikanan Indonesia pecan lalu, tepatnya pada Rabu, 4 Mei 2016. Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain perwakilan Ditjen PSDPKP KKP, perwakilan Unit Pelaksana Teknis (UPT) PPNSZJ, perwakilan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan para pelaku usaha PPI.

 

Direktur Usaha Pelabuhan dan Pengembangan Usaha, Dendi Anggi Gumilang, menjelaskan pertemuan antara Ditjen PDSPKP, Perum Perikanan Indonesia, beserta para pelaku usaha pekan lalu merupakan tindak lanjut rencana pembangunan Pasar Ikan Terintegrasi dan Online oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

 

“Fasilitas yang dikelola Perum Perindo tersebut akan dirombak supaya lebih layak dan bagus dengan mekanisme transaksi lelang harga terbuka secara online sesuai dengan harapan pelaku usaha baik pedagang, nelayan dan pembeli.  PPI akan diperbaiki secara fisik maupun sistem transaksi supaya dapat memenuhi standar internasional. Nantinya, perubahan mendasar yang akan terbentuk yaitu sistem lelang dengan harga terbuka yang terkomputerisasi. Pedagang bisa melakukan ‘bidding’ dan mengetahui harga lelang secara real time di layar monitor besar. Semua akan lebih modern,” jelas Direktur Usaha Pelabuhan dan Pengembangan Usaha, Dendi Anggi Gumilang.

 

Ditjen PDSPKP juga menyampaikan hal senada bahwa revitalisasi PPI bertujuan untuk memodernisasi PPI dari segi fisik maupun sistem transaksi jual-beli. KKP akan menggunakan APBN untuk merenovasi bangunan PPI agar lebih nyaman dan representatif untuk digunakan baik oleh penjual maupun pembeli. Sedikitnya, saat ini terdapat lebih dari 900 pelaku usaha yang memanfaatkan fasilitas PPI tersebut antara lain pedagang, usaha pengepakan ikan dana agen es.

 

Selain dari segi fisik bangunan, revitalisasi Pasar Ikan Terintegrasi (PIT) tersebut akan memodernisasi sistem jual-beli. Revitalisasi pasar yang terletak di dekat gerbang masuk kawasan PPSNZJ  tersebut diharapkan dapat mengembalikan fungsi pasar ikan sebagai pusat jual-beli melalui mekanisme lelang harga terbuka berbasis online. Melalui sistem lelang harga terbuka yang modern tersebut, maka akan terbentuk persaingan yang sehat dan nelayan mendapatkan harga ikan yang bagus sesuai penawaran tertinggi.