Open Nav
Gandeng PT. IKI, Perindo Perkuat Operasi di Papua

MAKASSAR.- Perum Perikanan Indonesia terus memperkuat operasi penangkapan ikan di wilayah perairan Maluku - Papua, yakni Lautan Arafura. Terbaru, BUMN bidang perikanan dan kelautan ini menggandeng BUMN bidang pembuatan dan perbaikan kapal, PT. Industri Kapal Indonesia (IKI).
''Kami menggandeng IKI untuk dukungan perbaikan kapal-kapal Perindo yang beroperasi di Lautan Arafura," kata Direktur Utama Perum Perindo Syahril Japarin, usai melakukan penandatangan Nota Kesepahaman dengan PT IKI di Kantor PT IKI, Makassar, Kamis (10/8).


Syahril menjelaskan, ada dua faktor yg menjadi pemicu Perindo untuk menibgkatkan operasi Di Papua. Yang pertama adalah sudah cairnya dana medium term notes (MTN) atau pinjaman jangka menengah Perum Perindo. Kedua, realisasi kerjasama dengan nelayan Indramayu.
Menurut dia, dana MTN sebesar Rp 100 miliar itu sepenuhnya akan dimanfaatkan Perum Perindo untuk modal kerja bisnis penangkapan ikan. "Sekarang ada sekitar 17 kapal ikan Perindo yg jalan. Dengan tambahan modal kerja itu kami bisa meningkatkan frekuensi penangkapan maupun pembelian Ikan dari nelayan," jelasnya.
Selain itu, lanjut dia, tambahan modal kerja itu juga akan dipakai untuk merealisasikan kerjamaa operasi kapal penampung yg selama ini ada Di PT IKI. Yaitu KM Mina Jaya. "Inilah wujud sinergi BUMN. Perindo perlu tambahan kapal penampung. Sementara IKI ada kapalnya," tambahnya.
Sementara untuk Kerjasama dengan nelayan Indramayu, menurut Syahril mwmbutuhkan dukungan bengkel perbaikan kapal. Rencanya total akan ada 300 kapal nelayan Indramayu yang dikerjasmakan dengan Perindo untuk operasi penangkapan di Papua.
Dalam perjanjian Kerjasama dengan nelayan Indramayu Itu, selain membeli ikan hasil tangkapan, Perum Perindo juga akan menyediakan fasilitas perbaikan kapal milik para nelayan Itu. "Untuk itu, kami menggandeng IKI yang memiliki kompetensi di bidang perbaikan kapal," tambahnya lagi.

 

Dengan dukungan bengkel perbaikan kapal dan juga kapal penampung berukuran jumbo (minimal 300 GT) dari PT IKI, Syahril yakin operasi penangkapan dan perdagangan ikan Perum Perindo di Papua dan sekitarnya akan makin kuat. Sekaligus menguatkan komitmen Perum Perindo selaku BUMN yang mendapat tugas dari Pemerintah sebagai operator utama Sistem Logistik Ikan Nasional.
"Dampak lain, tentu saja membuat kami makin optimistis, target perdaganan ikan kami tercapai," pungkasnya.