Open Nav
Panen Kerapu di Bali, Ekspor ke Hongkong

 

SINGARAJA.- Pengiriman ikan kerapu hasil budidaya laut Perum Perikanan Indonesia ke pasar luar negeri segera terealisasi. Minggu (17/9) lalu dilakukan pemanenan kerapu di keramba jaring apung (KJA) Perum Perindo  yang ada di Sumberkima, Singaraja, Bali. Begitu dipanen, kerapu tersebut langsung diangkut ke kapal penampung yang selanjutnya diekspor ke Hongkong.

''Ini awal Perum Perindo bisa mendatangkan kapal Hongkong untuk beroperasi lagi membeli ikan dari KJA di Indonesia dan selanjutnya diekspor. Sudah tiga tahun ini kapal Hongkong tidak masuk Indonesia,'' kata Direktur Usaha Perum Perikanan Indonesia Risyanto Suanda yang memantau langsung panen kerapu itu. Ikut menyaksikan panen kerapu sekaligus loading ke kapal Hongkong itu (sebutan untuk kapal pengangkut ikan hidup tujuan ekspor ke Hongkong, Red), DIrektur Logistik Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Sadullah Muhdi.

Menurut Risyanto, total kerapu Perum Perindo yang dipanen dan diekspor ke Hongkong mencapai 20 ton dengan nilai sekitar Rp 2,7 miliar. Untuk memenuhi kapasitas kapal, lanjut dia, para pembudidaya kerapu di sekitar KJA milik Perum Perindo di Singaraja itu, juga ikut menjual ikannya ke kapal Hongkong tersebut.

''Mereka senang, dengan dibeli kapal Hongkong, harga jual kerapu lebih tinggi dibanding pasar lokal. Mereka berharap Perum Perindo rutin bisa mendatangkan kapal Hongkong,'' jelasnya. 

Risyanto mengatakan, sebagai badan usaha milik negara (BUMN) bidang perikanan, tugas Perum Perindo untuk menggiatkan bisnis perikanan. Termasuk usaha budidaya laut. Selain usaha budidaya sendiri, Perum Perindo menurut dia akan terus memfasilitasi pemasaran hasil budidaya para pembudidaya lokal, termasuk ke pasar ekspor. ''Kalau pasokan terjamin, para importir Hongkong dan negara-negara lainnya akan rutin mengirim kapal ke Indonesia untuk membeli ikan-ikan kita,'' tambahnya.Direktur Usaha Perum Perindo bersama Direktur Logistik Ditjen PDSPKP KKP  di lokasi Perum Perindo di Singaraja

Usaha budidaya sendiri merupakan salah satu dari empat lini usaha Perum Perikanan Indonesia. Sebagai BUMN bidang perikanan, Perum Perindo memiliki lini usaha di pengelolaan pelabuhan perikanan, operasi kapal ikan, perdagangan dan pengolahan, selain budidaya. 

Usaha budidaya sendiri terbagi budidaya darat dan laut. Untuk budidaya darat, Perum Perindo saat ini mengelola sekitar 150 hektar tambak di Karawang, Jepara, Kendal, Pekalongan, Bengkayang, Barru dan rencananya dalam waktu dekat di Aceh Barat Daya dan Kolaka. Sedang untuk budidaya laut, yang sudah aktif baru di Sumberkima, Singaraja dengan 450 hole KJA. (*)