Open Nav
Perum Perindo Kembangkan Usaha di Natuna

Dalam kurun waktu 3 (Tiga) tahun potensi perikanan Natuna meningkat mencapai 1 juta ton/tahun dari 600-700 ribuan ton, meningkatnya potensi tersebut tidak terlepas dari kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam memerangi illegal fishing. Namun disayangkan besarnya  potensi tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal,sebagai wujud komitmen pengembangan usaha Perum Perikanan Indonesia melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, salah satunya dengan pemerintah daerah. Jumat (24/11) Direktur Usaha Perum Perindo Risyanto Suanda melakukan pertemuan dengan Sekretrais Daerah dan Kepala Badan Aset  Kabupaten Natuna  untuk melakukan Kerjasama Operasional dan Optimalisasi Pemanfaatan  ICS (Integreted Coldstorage) yang berada di Pelabuhan Perikanan Selat Lampa.

 

Pemerintah Kabupaten Natuna menyambut baik dan akan memberikan dukungan terkait rencana pengembangan usaha oleh Perum Perikanan Indonesia. Pemkab Natuna berharap Perum Perindo dapat membeli hasil tangkapan nelayan sehingga perekonomian nelayan akan mengalami peningkatan. Dalam kesempatan tersebut Direktur Usaha Perum Perindo menyampaikan kehadiran Perum Perindo dapat meningkatkan harga ikan di tingkat nelayan dan mampu menjaga stabilitas harga mengingat pangsa pasar yang dimiliki Perum Perindo sangat luas.

 

Untuk memenuhi kebutuhan suplai es yang selama ini menjadi kendala, Perum Perindo akan segera menyediakan ice block portable dengan kapasitas 5-6 ton/hari. Kedepan usaha Perum Perindo Unit Natuna berharap dapat melakukan bisnis perikanan dari hulu sampai hilir dimulai dari penangkapan ikan, processing dan distribusi pemasaran secara langsung dengan target 70 ton per bulan, produk yang dapat terjual meliputi ikan layang, tongkol, cumi, gurita dan ikan demersal sebagaimana dikatakan oleh Yogi Adri Firnanto, Manager Perum Perindo Unit Natuna.