Open Nav
Perum Perindo Support SKPT Mentawai

SIKAKAP.- Perum Perikanan Indonesia siap memenuhi permintaan Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet untuk membantu optimalisasi pengelolaan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Mulai  dengan  membeli ikan hasil tangkapan nelayan hingga melatih nelayan setempat agar lebih terampil dalam melakukan penangkapan.

Permintaan Itu disampaikan Bupati Yudas kepada Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia Risyanto Suanda dalam pertemuan jelang peresmian SKPT Sikakap, Mentawai, Rabu (17/01/2018)

Juga hadir dalam pertemuan itu Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) selaku penanggungjawab SKPT Sikakap Brahmantya Satya Murti Poerwadi, Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Habit serta anggota Komisi IV DPR RI Hermanto.

Menanggapi permintaan Itu, Dirut Perum Perindo menyatakan siap. "Kami ada jalur ekspor. Ikan-ikan dari Mentawai ini bisa kami tampung, baik yg ikan pelagis seperti Tuna atau ikan dasar seperti kerapu," katanya.

Dirjen PRL menambahkan, sengaja mengajak Dirut Perum Perindo untuk ikut dalam peresmian SKPT Sikakap Mentawai ini memang dengan tujuan agar  fasilitas yang dibangun pemerintah di SKPT Ini bisa langsung berjalan baik. "Misalnya untuk pengoperasian kapal 5 GT bantuan KKP untuk nelayan di Sikakap ini, kami serahkan ahlinya untuk ikut membantu," katanya.

Dia setuju dengan Bupati Yudas, Perindo diharapkan ikut menerjunkan tim untuk memandu nelayan setempat agar bisa mengoptimalkan kapal bantuan yang berjumlah 15 unit ini.  "Sekaligus Perum Perindo jadi off takernya," tambahnya.

Menindaklanjuti hal itu, General Manager Strategic Business Unit (SBU) Fleet & Operations Perum Perindo Agung Pamujo langsung berkomunikasi dengan dua koperasi penerima bantuan 15 kapal 5 GT itu. Yakni, Adimarta, Ketua Koperasi Nelayan Sikakap dan Farida, Ketua Koperasi Amanah Sikakap. "Kita sudah sepakat untuk Kerjasama dengan dua koperasi tersebut," kata Agung.

"Kita sudah sepakat untuk Kerjasama dengan dua koperasi tersebut," kata Agung. 
Rencananya, jelas dia, ikan-ikan produksi nelayan Sikakap akan dibawa ke Bungus, Padang. Di sana, di packing lalu diekspor.

"Khusus untuk kerapu, kalau jumlahnya bisa memenuhi kuota minimal 15 ton per bulan, kami akan datangkan kapal pengangkut dari Hongkong untuk ekspor langsung ke sana," tambahnya.