Open Nav
Perum Perindo Jajaki Buka Usaha di Sulbar dan Sulteng

PALU.- Perum Perikanan Indonesia siap melebarkan sayap bisnis di Pulau Sulawesi. Setelah beroperasi di Bitung dan Tahuna (Sulawesi Utara) serta di Sinjai, Barru dan Makassar (Sulawesi Selatan), BUMN bidang perikanan ini menyusul akan mengembangkan bisnis di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat.
Di Sulbar, secara khusus Perum Perindo diminta Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa untuk bekerjasama dalam pengembangan usaha tambak udang dan bandeng di sana. Untuk itu, Direktur Utama Perum Perindo pun diundang ke Pasang Kayu untuk bertemu dengan petambak sekaligus melihat potensi tambak-tambak yang kebanyakan berlokasi di Sarjo, wilayah kecamatan di Pasangkayu yang berbatasan dengan Sulawesi Tengah itu, Sabtu (3/2).
Menurut Bupati Agus, di kabupaten yang dulu bernama Mamuju Utara itu, sejak tahun lalu mulai dikembangkan budidaya udang vaname. Selain itu juga ada bandeng yang sudah lebih dulu dikembangkan. "Hasil tambak udang cukup bagus. Kami ingin berkembang lagi dengan menggandeng Perum Perindo," katanya.
Menanggapi hal itu, Risyanto menyanggupi. Perum Perindo siap menjadi off taker udang maupun bandeng produksi petambak Pasang Kayu. Termasuk menjajaki untuk membuka tambak yang akan dikelola sendiri di sana. "Apalagi infonya hasil panen cukup bagus. 1 hektare bisa 27 ton. Ini lebih bagus dari tambak-tambak di Jawa yang hasilnya antara 5-10 ton per hektar," kata Risyanto yang hari itu bicara langsung dengan masyarakat pelaku usaha perikanan di Pasangkayu, dalam dialog yang diprakarsai oleh Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) di rumah dinas Bupati Pasangkayu, Sabtu (3/1). Baik Risyanto maupun Bupati Agus Ambo Djiwa adalah anggota PISPI. 
Dia  menambahkan, minat untuk mengembangkan budidaya di Sulbar juga terkait dengan penawaran dari sebuah perusahaan pengelola pabrik pengolaban ikan dengan ukuran relatif besar di Palu. Pabrik itu memiliki tiga ruang prosesing lengkap yang masing-masing cocok untuk pengolahan udang, bandeng dan cakalang. Pabrik itu juga dilengkapi cold storage kapasitas 1.200 ton, pabrik es. Sebelum ke Pasangkayu, Risyanto mengunjungi pabrik pengolahan itu, yakni pada Jumat (2/2) atas undangan pemilik pabrik tersebut. 
"Pabrik dengan kapasitas ini perlu jaminan keteraediaan bahan baku. Karena itu, kami akan integrasikan dengan rencana pengembagan tambak udang dan bandeng di Pasang Kayu, untuk menjamin ketersediaan bahan baku," tambahnya.

 

Dirut Perindo Risyanto Suanda (berdiri) saat dialog dengan pelaku usaha perikanan di Pasangkayu, Sabtu (3/2) bersama 

Bupati Pasangkayu (tengah) dan Direktur BNI Catur Budi Harto (baju kotak-kotak biru).

 

Apalagi, lanjut dia, pemerintah provinsi Sulteng juga mengharapkan Perum Perindo untuk hadir di sana. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng Hasanuddin Atjok dalam dua kali pertemuan dengan Risyanto pada Kamis (1/2) dan Jumat (2/2). Atjok tidak hanya memaparkan potensi ribuan hektar tambak produktif di Sulteng (baik untuk vaname maupun bandeng). Dia juga menunjukkan pabrik mini untuk pengolahan bandeng menjadi produk bandeng tanpa duri yang dikemas khusus. "Sebagai BUMN, kami berharap Perum Perindo merintis pengembangan produk bandeng dalam skala industri dengan orientasi ekspor," katanya.
Risyanto pun menyatakan kesiapan Perum Perindo untuk menjajaki pengembangan usaha agar bisa mewujudkan permintaan baik dari Sulteng maupun Sulbar itu. Dia optimistis bisa mewujudkan, karena di sisi lain Perum Perindo memiliki kontrak penjualan baik udang maupun bandeng dalam jumlah besar. Untuk udang Perum Perindo ada kontrak dengan perusahaan nasional untuk memasok setidaknya 1.000 ton per bulan, dan sedang finalisasi kontrak dengan perusahaan di Singapura dalam volume yang sama.
Sedangkan untuk bandeng, Perum Perindo ada kontrak memasok 450 ton per bulan untuk sebuah perusahaan yang ekspor bandeng ke Srilanka. "Kami tengah menjajaki ekspor bandeng ke Rusia dan negara-negara lain,'' tambahnya.

Dia mengaku optimistis rencana pengembangan usaha di Sulbar dan Sulteng ini akan terwujud. Antara lain juga ditopang oleh komitmen Bank BNI. Melalui Direktur Bisnis Mikro Bank BNI Catur Budi Harto, bank BUMN ini menyatakan siap mendukung dengan menyalurkan  pembiayaan kepada petambak dan nelayan mitra Perum Perindo. Catur yang juga pengurus PISPI hadir pula dalam dialog di Pasangkayu itu.

''Jadi BNI akan mendukung pembiayaan untuk nelayan dan petambak, kami yang mendampingi dan membeli produksi nelayan dan petambak. InsyaAllah akan berjalan bagus, karena semua lini sudah ter-back up,'' pungkasnya. (8)