Open Nav
Perum Perindo Salurkan Dana Kemitraan ke Nelayan di Binuangeun dan Banjar

 

 

Jakarta (9/5) Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) telah menyalurkan dana kemitraan kepada nelayan di Binuangeun, Kabupaten Lebak dan nelayan di Banjar, Kalimantan Selatan dalam kurun Januari-April 2018.

 

Dana kemitraan yang disalurkan merupakan bagian dari Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Perum Perindo. Total dana yang dibagikan hingga April sebesar Rp80 juta ke dua wilayah tersebut, dari total anggaran dana kemitraan Rp556,17 sepanjang 2018.

 

Manager Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Perum Perindo Aris Widodo mengatakan dana PKBL disalurkan bagi mitra Perindo yang bergerak di bidang perikanan dan penunjang usaha perikanan. Adapun penyaluran dana ke nelayan Binuangeun digunakan untuk operasional mesin kapal. Sementara itu, pembagian dana ke nelayan Banjar dimanfaatkan untuk modal usaha perikanan.

 

Penyaluran dana PKBL diatur dalam Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara sejak 1997. Perum Perindo telah membentuk pelaksana unit PKBL bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja perusahaan. Dalam kurun 1997-2017, akumulasi dana yang telah disalurkan mencapai Rp5,65 miliar yang diserap oleh 539 mitra binaan, yang terdiri dari 19 koperasi dan 520 usaha kecil.

 

Untuk tahun 2018 sendiri, Perum Perindo menganggarkan penyaluran dana Rp556,17 juta kepada 28 mitra nelayan dan petambak.

 

“Target penyaluran dana selanjutnya yaitu pada titik-titik potensi kemitraan di sekitar kantor cabang Perum Perindo atau di tujuh wilayah Dati I yakni DKI Jakarta, Sumatera Utara, Banten, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara,” sebutnya di Jakarta, Rabu (9/5),

 

Aris mengungkapkan Perum Perindo terus menggiatkan penyaluran PKBL. Tujuannya yaitu memutus mata rantai tengkulak di sektor perikanan sekaligus meningkatkan kapasitas produksi. Selain itu, PKBL juga mampu meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan pinjaman modal usaha.

 

Pengembalian pinjaman dari masyarakat diakui kini semakin lancar. Pasalnya, Perum Perindo semakin ketat menyeleksi penerima dana kemitraan. Dengan begitu, dana yang dikelola unit PKBL sedikit demi sedikit mengalami kenaikan.

 

Tak hanya dari kocek sendiri, Perum Perindo turut bersinergi dengan badan usaha milik Negara (BUMN) lain dalam pendampingan penyaluran dana kemitraan untuk petambak dan nelayan. Tercatat, Perum Perindo menggandeng tiga BUMN pada 2018.

 

Pertama, kerja sama Perum Perindo dengan PT Pertamina (Persero) untuk menyalurkan dana kemitraan Rp40 miliar untuk 514 petambak di Lampung secara bertahap. Pada tahap pertama, telah disalurkan ke 110 petambak  dan diharapkan 414 sisanya dapat direalisasikan pada bulan Juni tahun ini. Selain di Lampung, sinergi bersama Pertamina akan disalurkan ke petambak lain di area Banyuwangi, Kolaka, Bone dan Medan.

 

Kedua, kolaborasi Perum Perindo dengan PT Taspen (Persero) dengan jumlah dana Rp5 miliar yang disalurkan kepada 100 nelayan di Seram Bagian Barat. Ketiga, kerja sama Perindo dengan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk sebesar Rp5 miliar untuk nelayan di Kolaka (sedang dalam proses).

 

Selain dana kemitraan, Perum Perindo turut menyalurkan dana bina lingkungan  yang direncanakan sebesar Rp125 juta sepanjang tahun 2018. Sasaran penyaluran diprioritaskan untuk pemberdayaan kondisi sosial masyarakat di sekitar wilayah kerja Perum Perindo. Bantuan bina lingkungan diserahkan dalam bentuk bantuan pendidikan dan pelatihan.