Open Nav
Okupansi Docking Pelabuhan Belawan Perum Perindo Tembus 80 Persen

Jakarta (26/6) Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) Cabang Belawan mencatat tingkat keterisian atau okupansi kapal pada docking kapal di Pelabuhan Perikanan Samudra, Belawan, Medan, Sumatera Utara sudah di atas 80%.

 

Perum Perindo Cabang Belawan telah meresmikan docking kapal pada Januari 2018. Docking kapal Belawan dibangun dengan maksud untuk memberikan pelayanan kepada pemilik kapal, khususnya kapal ikan dalam melakukan perbaikan kapal. Dengan adanya fasilitas docking kapal yang lengkap diharapkan mampu meningkatkan kualitas kapal yang digunakan dalam operasional penangkapan maupun pengangkutan ikan. Dengan begitu, hal ini dapat meningkatkan kualitas hasil tangkapan ikan.

 

GM Pelabuhan Belawan Arief Hidayat mengatakan  jumlah kapal yang melakukan perbaikan di atas docking kapal cenderung meningkat sejak dibuka akhir Januari 2018. Pada Januari, terdapat 3 unit kapal yang melakukan perbaikan di docking Belawan. Jumlah ini meningkat pesat menjadi 20 kapal di Bulan Februari, 34 kapal di Bulan Maret, 30 kapal di bulan April dan 32 kapal pada Bulan Mei.

 

“Tingkat keterisian docking kapal sudah di atas 80%. Kami menargetkan ke depannya ada 34 kapal setiap bulan,” katanya, Selasa (26/6).

 

Arief menuturkan fasilitas docking kapal diharapkan dapat dimanfaatkan pemilik kapal yang ada di sekitar Sumatera Utara yang meliputi Belawan, Batu Bara, Tanjung Balai hingga ke Aceh meliputi daerah Idie, Langsa, Lhokseumawe dan Lampulo Banda Aceh.

 

Dengan jumlah armada kapal yang ada di kawasan sisi timur Sumatera Utara dan Aceh ini, potensi pasar yang digarap cukup besar. Animo masyarakat pemilik kapal yang ingin melakukan perbaikan kapal ikan juga cukup tinggi. Hal ini, lanjut Arief, dibuktikan dengan faktor keterisian kapal di atas docking kapal yang hampir selalu penuh setiap harinya.

 

Docking Kapal Belawan memiliki fasilitas yang cukup lengkap di antaranya Crane Boatlift kapasitas 200 Ton, lahan 7.500 m2, listrik 23.000 W, toilet, mushola dan prasarana penunjang lain.