Open Nav
Disaksikan Menteri BUMN, Perum Perindo Teken MoU Dengan UI

 

 

Jakarta (28/6)—Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) meneken kerjasama program vokasi magang dengan Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia.

 

Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang menunjang pada penguasaan keahlian terapan tertentu. Program tersebut mewajibkan mahasiswa vokasi Universitas Indonesia (UI) untuk menjalani program magang selama 6 bulan pada perusahaan pelat merah.

 

Perum Perindo merupakan satu dari 13 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang digandeng oleh Program Pendidikan Vokasi UI. Kesepakatan perjanjian kerjasama dan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) ini ditandatangani langsung oleh Direktur Utama Perum Perindo Risyanto Suanda dengan Direktur Program Pendidikan Vokasi UI Sigit Pranowo Hadiwardoyo. Penandatanganan disaksikan langsung oleh Menteri BUMN Rini M. Soemarno.

 

Selain Perum Perindo, terdapat 12 BUMN lain yang turut serta meneken perjanjian kerjasama, antara lain PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Pertamina Bina Medika, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk., Perum Bulog (Persero), PT Perkebunan Nusantara III (Persero), PT Taspen (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., Dan Perum Damri (Persero).

 

Menteri BUMN Rini M. Soemarno mengatakan perjanjian kerjasama magang mahasiswa bersertifikat ini, bertujuan  meningkatkan kompetensi mahasiswa menghadapi persaingan global. Apalagi, tantangan industri 4.0 ini dinilai semakin besar. Sebagai contoh, banyak tenaga manusia yang telah digantikan mesin sebagai efek dari digitalisasi.

 

Data Human Capital Index dalam World Economy Forum 2017 menyebutkan Indonesia berada di peringkat ke-7 dari 10 negara ASEAN. Posisi Indonesia tertinggal dari Singapura, Malaysia, bahkan Filiphina.  Indonesia hanya satu tingkat di atas Laos.

 

Rini menuturkan indikator penilaiannya yakni literasi; partisipasi tenaga kerja, pengangguran dan gender gap; kualitas sistem pendidikan dan vokasi; serta know-how terkait penempatan tenaga kerja high-skilled atau medium-skilled.

 

“Perusahaan BUMN berkomitmen menciptakan SDM yang unggul dalam program vokasi. BUMN akan melakukan pendampingan magang dan memberikan valuasi yang sesuai dengan perkembangan industri,” katanya dalam Orasi Ilmiah bertema Peran Serta BUMN dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan Vokasi di Auditorium Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, Kamis (28/6/2018).

 

Rini menargetkan perusahaan pelat merah mampu menyerap 10.000 mahasiswa vokasi pada 2020 di seluruh Indonesia.