Open Nav
Perum Perindo Panen 60 Ton Udang Vannamei di Karawang

KARAWANG—Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) telah melakukan panen udang pada Sub Blok C1 seluas 5 ha dengan estimasi total 60 ton. Panen ini terdiri dari tiga kali parsial dan satu kali panen total.

 

Lokasi panen udang berada di tambak plasma Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (BLUPPB) Karawang. Adapun total lahan yang dikelola Perum Perindo di BLUPPB Karawang yakni 35 hektare.

 

General Manager Perum Perindo Cabang Karawang, Ambar Rumahaidi, mengatakan bahwa hasil panen udang vannamei cukup menggembirakan dan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar lokal. “Kami berharap panen selanjutnya pada 10 Oktober mendatang hasilnya juga baik,” ujarnya, Jumat (21/9).

 

 

 

 

Selain berkontribusi nyata terhadap pendapatan perusahaan, Ambar menggarisbawahi keberadaan Perum Perindo Cabang Karawang berdampak pada kesejahteraan masyarakat sekitar, khususnya melalui serapan tenaga kerja. Data serapan tenaga kerja Perum Perindo Cabang Karawang menunjukkan, tenaga kerja terserap setiap bulan mencapai 50 orang, yang terdiri dari feeder (pemberi makan udang), mekanik dan teknisi.

 

"Belum lagi jika masa panen tiba, serapan tenaga kerja bertambah. Mulai dari tenaga kerja persiapan panen, tenaga kerja arat (pemanen udang), pemikul udang hingga pemilih ukuran udang," tambahnya.

 

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Slamet Subjakto menyambut baik keberadaan Perum Perindo di BLUPPB Karawang. Menurut Slamet, peran Perum Perindo sangat penting dalam menggunakan fasilitas di BLUPPB milik Kementerian Kelautan dan Perikanan.

 

“Pengerjaan fasilitas (tambak) oleh Perum Perindo tentu saja secara nasional berdampak positif pada produksi udang. Sangat berdampak,” tuturnya dalam kunjungan ke BLUPPB Karawang, Kamis (20/9).

 

 

Slamet berharap keberadaan Perum Perindo di Karawang menjadi agen transfer teknologi kepada masyarakat sekitar.

 

Dia menawarkan Perum Perindo untuk mengelola seluruh fasilitas yang ada di BLUPPB dari hulu ke hilir di antaranya cold storage dan pakan udang.

 

 

“Jadi nantinya tidak hanya mengelola tambak saja. Apalagi yang dikelola Perum Perindo baru 35 ha dari total lahan BLUPPB 350 ha. Jadi masih ada potensi,” sebutnya.

 

Perum Perindo akan mengkaji tawaran dari Dirjen Perikanan Budidaya KKP.

 

Karawang, Jumat 21 September 2018
Perusahaan Umum Perikanan Indonesia