Open Nav
Divisi Budidaya Perum Perindo Aktif Ciptakan Terobosan di KJA Bali

 

JAKARTA—Divisi Budidaya Perum Perindo terus menciptakan terobosan dan inovasi agar unit Keramba Jaring Apung (KJA) Bali bisa memberikan kontribusi yang positif untuk perusahaan. KJA Bali di Singaraja ini merupakan satu-satunya bisnis budidaya ikan di laut yang dimiliki Perum Perindo.

 

Pasalnya dalam 3 tahun terakhir ini, bisnis budidaya ikan di KJA Bali selalu merugi karena pola panen yang cukup panjang di budidaya ikan keramba yaitu sekitar 10 bulan sampai 1,2 tahun.

 

Oleh karena itu, guna mengurangi biaya operasional setiap bulan, Divisi Budidaya KJA Bali mengembangkan usaha Aquatourism dengan dibukanya Sea Resto and Cafe. Pengunjung dimanjakan dengan menu-menu masakan spesial dan sambil bercengkerama bisa memberi makan ikan di karamba.

 

 

Bisnis ini menjadi daya tarik tersendiri karena lokasi yang ada di tengah laut dan disuguhi pemandangan paparan bukit dan gunung yang sangat indah.

 

Terobosan Budidaya Keramba akhirnya berhasil di awal semester 2019 ini dengan diterapkannya System Clustering Budidaya Kerapu dan Baramundi dengan pola line Produksi 600, 800 dan 1000.

 

KJA Bali siap keluarkan panen ikan sesuai dengan line produksi sebanyak 1 ton per line nya. Keberhasilan System Clustering ini didukung juga oleh adanya perbaikan dalam manajemen pakan dan perawatan ikan sesuai dengan jenis ikan budidaya.

 

 

Monitoring jumlah pakan pelet, dan waktu pemberian pakan dicatat dan dikontrol dengan baik sehingga lebih mudah dalam evaluasi ke depan. Sistem informasi dan administrasi diterapkan rutin dan terintegrasi. Dengan begitu, akan ada data yang dapat segera dilakukan antisipasi dan tindakan preventif di lapangan. Semoga pola System Clustering ini menjadi jawaban dan model bagi bisnis Budidaya Keramba Jaring Apung.

 

TEROBOSAN PENJUALAN

Setelah pola budidaya sudah memperlihatkan hasil positif, manajemen pusat unit budidaya meyakini perlu adanya terobosan dalam penjualan hasil panen.

 

Selain itu, Rencana kerja sama Perum Perindo dan PT ICDX diharapkan memberi peluang bagi Perum Perindo untuk mendapatkan pembeli ikan Kerapu dari Hongkong yang dikirim melalui Bandar Udara Ngurah Rai Denpasar. Adapun potensi permintaan sebanyak 5 ton per minggu yang akan dimulai saat Garuda Cargo mendatangkan freighter-nya.

 

Sementara itu, untuk ikan Barramundi, divisi budidaya sedang bersiap melayani permintaan bahan baku bibit ikan Barramundi ukuran 500 gr sebanyak 2 hingga 3 ton per bulan dari PT BBM yang akan dilakukan perjanjian kerjasamanya di pertengahan Oktober ini.

 

Unit budidaya bangga menjadi bagian kecil yang akan terus berkembang dari bisnis besar lain milik Perum Perikanan Indonesia.

Salam
Divisi Budidaya