Open Nav
Panen Udang Vannamei Perum Perindo

Jakarta - Ditengah kemarau panjang, Perum Perindo menunjukkan hasil budidaya udang vannamei dengan capaian yang bagus melalui realisasi panen udang di tambak Kendal yang dikelolanya.

Menurut Dr.Ir.Bambang Widigdo , Associate Professor Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Ahli Budidaya mengatakan bahwa hasil panen udang Perum Perindo dikatakan bagus dimana DOC 103 udang mencapai ukuran 40 - 48 ekor/kg, mengingat pemeliharaan budidaya dilakukan dimusim kemarau dengan kadar salinitas tambak diatas 35ppt, dengan sumber air laut yang cukup keruh.

“ Para teknisi Budidaya di Perum Perindo telah mumpuni bagaimana menyiasati sumber air laut yang bersalinitas tinggi yaitu dengan menggunakan sumur bor yang memiliki salinitas air rendah”_ kata Bambang, usai kunjungannya ke tambak Kendal Perum Perindo (4/11/19).

Sebagai ahli Budidaya, Bambang menilai bisnis budidaya yang dikelola Perum Perindo telah memenuhi kaidah CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik), salah satunya tambak yang dikunjunginya di Kendal, mulai dari layout berada di pinggir pantai dan terdapat petak pengolahan air sebelum digunakan budidaya yakni petak tandon air masuk dan treatment air.

Saat kunjungan berlangsung, berdasarkan pengamatannya proses pemeliharaan sempat dijumpai kendala air memiliki kekeruhan tinggi sehingga bersifat sulit diendapkan secara gravimeteris akibat kemarau, bahkan salinitas air disaluran sempat mencapai 40 ppt dan tambak hingga 46 ppt yang tentunya mengganggu organ osmoregulator udang dan berakibat pertumbuhan melambat. Namun sisi konstruksi tambak ideal dari segi biosedcurity.

“Teknisi budidaya pendamping juga menerapkan kaidah budidaya yang baik, antara lain penerapan pengaturan salinitas yang mendekat pada salinitas ideal, pengaturan mineral dan memperhatikan immunitas udang melalui penerapan probiotik dan fermentasi bahan pupuk”_ terang Bambang.

Efisiensi penggunaan air dan
pencegahan peningkatan polusi dalam petakan juga dilakukan baik yaitu melalui penyedotan limbah tambak yang mengendap dan dilakukan sejak umur 25 hari dengan air tawar, tambahnya.

Secara umum, Potensi bisnis budidaya menurut Bambang menjadi peluang bagi Perum Perindo, mengingat target Pemerintah Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2024 pada produksi udang mencapai tidak kurang dari 700 ribu ton per tahun, sementara itu produksi tahun 2018 lalu diperkirakan baru mencapai 350 ribu ton. Menurutnya, target pemerintah dalam hal produksi budidaya udang meningkat secara gradual hingga tahun 2024 mencapai 700 ribu ton per tahun. Hal ini dikatakannya Perum Perindo dapat berperan besar untuk berkontribusi antara lain dalam Pengadaaan pakan, menampung udang budidaya untuk diolah, disamping memproduksi udang itu sendiri.

“ Perum Perindo dapat mengembangkan lini usaha budidaya dengan mengembangkan tambak di kawasan yang baru sebagai kontribusi untuk peningkatan produksi, agar terhindar dari kendala hidrologis dan industri serta pencemaran perkampungan” Katanya lagi.

Perum Perindo merupakan BUMN Perikanan yang fokus pada 3 Lini bisnis usaha yaitu Bisnis Pelabuhan Perikanan, bisnis budidaya dan Perdagangan. Pada Segmen Budidaya ini, Perum Perindo memiliki tambak udang di Karawang, Bengkayang, Barru, Aceh, Kendal, Pekalongan, Comal dan Keramba Jaring Apung (KJA) Singaraja. Segmen budidaya meliputi tambak udang vannamei, KJA Kerapu dan Kakap Putih serta Pabrik pakan ikan dan udang. *

 

                                                                                                          


Boyke Andreas
Sekretaris Perusahaan

Fadhilah
Humas Perum Perindo
081510270167