Open Nav
Perum Perindo dan Pertamina Dampingi Sertifikasi Petambak di Lampung

JAKARTA--Perum Perindo bersinergi dengan PT Pertamina (Persero) melakukan pendampingan sertifikasi 219 petambak di Bratasena, Lampung melalui Program Kemitraan (PK).

 

Dalam kurun 2018-2019, Pertamina telah menyalurkan dana sebesar Rp72 Miliar untuk memajukan usaha para petambak udang. Sementara itu, Perum Perindo bertugas sebagai pendamping teknis dan off taker hasil panen.

 

 

Sekretaris Perusahaan Perum Perindo Boyke Andreas mengatakan Perum Perindo telah menempatkan SDM khusus untuk pendampingan. Tugas mereka adalah siap sedia membantu para petambak. Terutama saat sertifikasi petambak,

 

“Sertifikasi ini penting agar petambak siap bersaing dan berkualifikasi di kancah internasional. Terutama pada pasar ekspor,” katanya, Selasa (10/3/2020).

 

Menurut Boyke, kerja sama Perum Perindo dan Pertamina ini merupakan perwujudan dari kegiatan BUMN hadir untuk negeri. Menurut dia, program kemitraan ini diharapkan mampu merevitalisasi kegiatan budidaya di Lampung yang dulu pernah menjadi penghasil udang vanamei hingga 200 ton per hari.

 

 

Dia juga optimistis, sinergi dua BUMN ini akan membantu peningkatan penghasilan petambak yang berada di Bratasena

 

 

Manager Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Perum Perindo Aris Widodo yang merupakan pendamping petambak udang Bratasena pada kesempatan sertifikasi ini juga hadir sebagai mitra petambak.

 

 

"Total yang akan disertifikasi pada kali ini sebanyak 219, selanjutnya sekitar 110 petambak akan ikut sertifikasi periode selanjutnya. Terima kasih atas kepercayaan Pertamina memberikan proses sertifikasi, nanti sertifikasi akan langsung dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)," jelas Aris.

 

Semoga dengan sertifikasi ini, kompetensi para petambak semakin meningkat dalam hal pengelolaan tambak udang. Melalui kompetensi yang makin baik, dikombinasikan dengan teknologi yang didapat, petambak udang Bratasena dapat makin mumpuni dan produk udangnya akan makin diakui kualitasnya, sehingga pada akhirnya akan membantu kesejahteraan petambak dan wilayah Bratasena.

Jakarta, 10 Maret 2020
Perusahaan Umum Perikanan Indonesia