Open Nav
Di Tengah Pandemi, Perum Perindo Bukukan Ekspor ke Jepang via Manado

 

Jakarta—Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) mencatatkan ekspor ikan perdana ke Jepang via Manado, Sulawesi Utara. Ekspor ini merupakan ekspor pertama langsung dari Indonesia Timur tanpa harus melalui Jakarta. Ekspor hasil perikanan ini diinisiasi oleh Perum Perindo Unit Tahuna di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

 

Direktur Utama Perum Perindo Fatah Setiawan Topobroto mengatakan perikanan Indonesia menorehkan kabar baik di tengah pandemi covid-19 yaitu melakukan ekspor ikan ke Negeri Sakura. Ekspor perdana dilakukan pada 7 Oktober 2020. Adapun komoditas yang diekspor ke Jepang yakni ikan tuna utuh sayap kuning (whole yellow fin tuna) sebanyak 267 kg dan ikan layang beku sebanyak 50 kg.

 

 

Ikan tersebut akan langsung dikirim ke Jepang dengan tujuan akhir Pasar Ikan Tsukiji baru / Pasar Ikan Toyosu untuk diikutsertakan di lelang ikan. Pengiriman ke Jepang menggunakan moda transprtasi udara yang bekerjasama dengan Garuda Indonesia. Perum Perindo juga bekerja sama dengan Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Kemanan Hasil Perikanan (BKIPM) serta Bea Cukai Sulawesi Utara.

 

“Minggu depan [Selasa], kami akan ekspor lagi ke Jepang berupa ikan Tuna dan ikan-ikan demersal. Ekspor [ke Jepang] ini akan digelar rutin setiap minggunya,” katanya, Kamis (8/10/2020).

 

Fatah menuturkan Jepang berminat terhadap ikan-ikan di Indonesia, khususnya jenis ikan demersal. Selain itu, permintaan Jepang juga berupa ikan berbentuk fillet dan skinless. Perum Perindo, lanjut dia, terus berupaya memenuhi permintaan tersebut. Pasalnya, produk perikanan Indonesia merupakan komoditas pangan yang masih diburu oleh pasar internasional. Selain Jepang, Korea Selatan juga menyatakan minatnya untuk mendatangkan ikan dari Indonesia.

 

Sementara itu, Direktur Operasional Raenhat Tiranto Hutabarat menambahkan ekspor perdana yang langsung diberangkatkan dari Manado ke Jepang ini tentu akan menghemat ongkos pengiriman karena tidak perlu transit di Jakarta. Dengan begitu, dia berharap ekspor ikan dari Indonesia Timur akan semakin masif.

 

“Dengan lebih cepat pengiriman akan menjaga kondisi ikan tetap segar sampai ke negara tujuan” terangnya.

 

Raenhat menuturkan ekspor di tengah pandemi ini membawa keberkahan kepada para pelaku perikanan, khususnya nelayan, dan hal ini sesuai visi misi perusahaan dalam mendukung nelayan Indonesia.

 

“Nelayan merupakan pemangku kepentingan prioritas kami,  ikan di perairan Kepulauan Sangihe ikan-ikan hasil tangkapan mereka terjual berpotensi untuk ekspor,” tuturnya.

 

Menurut dia, kesejahteraan nelayan dapat meningkat karena ekspor ini rencananya akan dilakukan rutin mingguan melalui unit Perum Perindo di Sulawesi Utara. Unit ini dijalankan di bawah penanggung jawab unit Tahuna, Achmad Quraisy.

 

Sebagai gambaran, nilai ekspor komoditas perikanan Sulawesi Utara pada tahun 2019 mencapai USD144, 88 juta atau setara dengan Rp2,15 triliun. Nilai tersebut diperoleh dari volume ekspor yang mencapai 24,8 juta kilogram dan diekspor ke 31 negara.

 

Adapun Jepang, termasuk dalam tiga besar negara tujuan ekspor produk perikanan Sulawesi Utara. Pada 2019, volume ekspor ke negeri sakura mencapai 3,9 juta kilogram dengan nilai USD29,09 juta.

Jakarta, 8 Oktober 2020
Perusahaan Umum Perikanan Indonesia