Open Nav
Pemkot Sabang Percayakan Pengelolaan PPI Pasiran Kepada Perum Perikanan Indonesia

Jakarta – Pemerintah Kota Sabang mempercayakan pengelolaan Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Pasiran beserta seluruh fasilitasnya untuk dikelola oleh Perum Perikanan Indonesia. Pengalihan pengelolaan fasilitas PPI Pasiran, Kota Sabang, tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia, Syahril Japarin dengan Walikota Sabang, Zulkifli H. Adam dalam rangkaian acara Marine and Fisheries Business and Investment Forum di Ballroom Gedung Mina Bahari III, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, pada Senin (13/6/2016).

 

Penandatanganan kerjasama antara Perum Perikanan Indonesia dengan Pemerintah Kota Sabang tersebut disaksikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Perjanjian kerjasama tersebut berlaku selama 10 (sepuluh) hingga tahun 2026 mendatang. Perjanjian kerjasama tersebut semakin memperkuat komitmen Perum Perikanan Indonesia untuk berperan aktif mengelola berbagai pelabuhan perikanan di Indonesia sebagai pusat akivitas nelayan.

 

Perum Perikanan Indonesia akan berupaya menjalankan komitmen dengan Pemerintah Kota Sabang untuk mengoptimalkan pengelolaan fasilitas yang ada di PPI Pasiran. Optimalisasi pengelolaan fasilitas yang ada di PPI Pasiran diharapkan dapat meningkatkan aktivitas nelayan untuk mendaratkan ikan di PPI yang terletan di pasiran Gampong Kuta Timu Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, Provinsi Aceh tersebut. Selain itu, diharapkan dapat berkontribusi  meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sabang melalui peningkatan pendapatan nelayan dan Pendapatan Perusahaan Umum (Perum) Perikanan Indonesia.

 

Fasilitas yang akan dikelola oleh Perum Perikanan Indonesia antara lain berupa gedung processing, gedung packing, pabrik es, cold storage, dermaga pelabuhan, dan gedung tempat pelelangan ikan. Perum Perikanan Indonesia sejak perjanjian tersebut ditanda tangani telah memiliki kewenangan dan kuasa penuh untuk memanfaatkan, mengelola pelayanan pelabuhan perikanan dan mengusahakan fasilitas tersebut untuk kepentingan kegiatan usaha di bidang perikanan dan produksi es guna memenuhi kebutuhan nelayan.