Open Nav
Perum Perindo Serap Hasil Panen Ikan Kerapu dari Petambak di Pandeglang

Jakarta, 19 April 2016 – Perum Perikanan Indonesia terus berupaya menangkap peluang  kegiatan bisnis perdagangan ikan baik dari hasil tangkapan nelayan maupun hasil tambak budidaya. Langkah Perum Perikanan Indonesia kali ini diwujudkan dengan menyerap hasil panen ikan kerapu dari para petambak yang tergabung dalam Koperasi Alam Bahari, Kampung Cipanon, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang.

 

Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia Bapak Syahril Japarin berkesempatan hadir dalam kegiatan kunjungan kerja Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Bapak Marwan Jafar dalam rangka panen raya ikan kerapu dan peresmian saung terampil olahan ikan di Desa Cikeusik, Pandeglang, Banten pada Selasa (12/04/2016) lalu.

 

 

Kegiatan tersebut selain dihadiri oleh Menteri Desa Bapak Marwan Jafar  juga dihadiri oleh Bupati Pandeglang Ibu Irna Narulita, Wakil Bupati Pandeglang Bapak Tanto Warsono Arban dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pandeglang Bapak Tata Nanzar Riadi. Menteri Marwan Jafar bersama rombongan termasuk Direktur Utama Perum Perindo Bapak Syahril Japarin turun langsung ke tambak budidaya ikan kerapu yang mengapung di atas laut.

 

Dalam kegiatan tersebut ditanda tangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara Koperasi Alam Bahari dengan Perusahaan Umum (Perum) Perikanan Indonesia. Penandatanganan kerjasama dilakukan antara Ketua Koperasi Alam Bahari Bapak Ade Aduy dengan Direktur Usaha Perikanan Budidaya Perusahaan Umum (Perum) Perikanan Indonesia Bapak W. Haryomo. Perum Perikanan Indonesia menunjukkan komitmennya untuk mengadakan kerjasama saling menguntungkan melalui kegiatan perdagangan ikan kerapu dengan Koperasi Alam Bahari.

 

 

Ikan kerapu merupakan komoditas ekspor bernilai tinggi. Perum Perikanan Indonesia melalui kegiatan perdagangan ikan dengan Koperasi Alam Bahari berharap agar dapat berperan dalam tata niaga pemasaran ikan kerapu hidup yang menjadi incaran para pengekspor asing. Hal tersebut juga sejalan dengan upaya transformasi bisnis Perum Perikanan Indonesia melalui kegiatan produktif yang lebih berkontribusi terhadap nelayan atau petambak.