Open Nav
Ikut Pameran di AS, Menteri Susi Ingin Konsumen AS Beli Produk Perikanan Indonesia

Menteri Kelautan dan Perikanan Ibu Susi Pudjiastuti bersama 16 perusahaan produk olahan perikanan bertolak ke Amerika Serikat untuk mengikuti pameran ‘Seafood Expo North America (SENA)’ pada 6-8 Maret 2016 di Boston Convention Center, Boston, Massachusetts. Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia Bapak Syahril Japarin turut serta dalam rombongan tersebut. Kesempatan menghadiri pameran produk perikanan kelas dunia tersebut dimanfaatkan oleh Perum Perikanan Indonesia untuk mendukung langkah transformasi bisnis dalam hal menjalankan bisnis produktif mengolah hasil laut menjadi berbagai produk seperti fillet ikan tuna, fillet patin, abon ikan, dan olahan lainnya. Kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk bertmu dengan para international buyers.

 

 

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti di sela-sela kegiatan tersebut berharap dengan keikutsertaan para pengusaha dari Indonesia dapat menarik minat serta memberi informasi terkait situasi pasar dan potensi Indonesia kepada para pengunjung dan calon pembeli produk perikanan di pameran makanan laut yang diselenggarakan di Boston, Amerika Serikat tersebut.

 

"Saya melihat peluang ekspor produk kelautan bagi pengusaha Indonesia bagus kendati masih ada kendala yang harus dihadapi tapi persoalan itu pasti dapat diselesaikan oleh masyarakat perikanan Indonesia," ujar Menteri Susi Pudjiastuti.

 

Pada kesempatan tersebut, Susi juga berharap mendapat masukan yang berharga baik dari peserta pameran maupun pengunjung ke pameran tersebut sehingga Indonesia akan dapat terus meningkatkan ekspor produk-produk kelautan dan diperhitungkan oleh dunia. "Saya juga berharap pengusaha perikanan Indonesia terus melakukan penangkapan ikan secara bertanggung jawab," kata Menteri Susi.

 

Menteri Susi juga minta para pengusaha Indonesia untuk terus mengembangkan industri perikanan dengan memperhatikan cara-cara yang ramah lingkungan. "Saya melihat peluang ekspor produk kelautan bagi pengusaha Indonesia bagus kendati masih ada kendala yang harus dihadapi tapi persoalan itu pasti dapat diselesaikan oleh masyarakat perikanan Indonesia," ujarnya.

 

Keenam belas perusahaan yang dibawa oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI untuk berpartisipasi dalam pameran antara lain : PT. Wironto Baru (frozen shrimp), PT Permata Marindo Jaya (frozen tuna), Indokom Seafood (frozen shrimp, crab), PT Central Proteina Prima, Tbk (frozen shrimp), PT Sekar Bumi, Tbk (frozen shrimp), PT Inti Lautan Fajar Abadi (Barramundi, Fin fish), CV Kudatama Mas (frozen shrimp), PT Dharma Samudera Fishing Industries, Tbk (snapper, cuttlefish), PT Bahari Biru Nusantara (frozen seafood), PT Samudra Mandiri Sentosa (canned tuna), PT Bali Maya Permai (canned tuna), PT Wahyu Pradana Binamulai (frozen shrimp), PT Awindo International (frozen tuna), PT Benua Agri Sejahtera (frozen tuna), dan PT Cemerlang Laut Ambon (frozen shrimp).

 

“Ajang pameran ini dilakukan untuk menggenjot produk ekspor ikan dan seafood Indonesia ke pasar Amerika Serikat. Ekspor ikan dan seafood (HS 03) Indonesia ke AS bernilai US$ 1,2 miliar pada tahun 2015 yang merupakan produk keempat terbesar ekspor Indonesia ke AS,” tegas Budi Bowoleksono, Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat.

 

Selain menghadiri pameran, delegasi RI yang hadir dan dipimpin oleh Menteri Kelautan dan Perikanan juga akan melakukan beberapa kegiatan antara lain : (i) pertemuan dengan pemerintah AS guna membahas perkembangan penerapan Action Plan on Presidential Task Force on Combating Illegal, Unregulated and Seafood Fraud (IUU) dan (ii) kunjungan ke City of Gloucester Tour untuk melihat pusat industry dan pelabuhan.

 

“Selain 2 (dua) kegiatan tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan RI diagendakan akan bertemu dengan para importir danbuyer produk perikanan AS,” jelas Reza Pahlevi Chairul, Atase Perdagangan KBRI Washington DC.

 

Indonesia dalam pameran kali ini akan mempromosikan branding : Indonesian Seafood-Naturally Diverse-Safe and Sustainable. Ke depan Indonesia juga akan mengubah ekspor ikan dan seafood dalam bentuk produk olahan yang bernilai tambah.

 

Sumber 1

Sumber 2