Open Nav
Direktur Utama Perum Perindo Tengok Perkembangan Usaha Budidaya Udang Vaname Seluas 30 Hektar di Karawang

Karawang, 9 Februari 2016 - Perusahaan Umum (Perum) Perikanan Indonesia (Perindo) semakin giat mengembangkan bisnis produktif di luar jasa pelabuhan. Salah satu terobosan yang telah dilakukan yaitu membentuk cabang baru yang berfokus pada kegiatan produktif budidaya udang vaname di lahan tambak seluas 30 hektar di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

 

Direktur Utama Perum Perindo Bapak Syahril Japarin menyempatkan untuk menilik perkembangan aktivitas budidaya udang di Perum Perindo Cabang Karawang pada Selasa, 9 februari 2016. Turut hadir mendampingi Bapak Syahril Japarin diantaranya Bapak Haryomo-Direktur Usaha Perikanan Budidaya dan Bapak Agung Setyarto-Kepala Divisi Budidaya dan Pakan Ikan. Rombongan ditemui langsung oleh Bapak Ambar-Kepala Cabang Karawang beserta seluruh pegawai Perum Perindo Cabang Karawang. Bapak Syahril Japarin kemudian mengajak berdiskusi para pegawai untuk membahas rencana – rencana strategis pengembangan Perum Perindo Cabang Karawang dan tantangan-tantangan yang dihadapi serta langkah mengatasinya.

 

 

Perum Perindo giat menggarap pengembangan usaha baru di luar jasa pelabuhan sebagai upaya menangkap berbagai peluang dalam rangka transformasi bisnis yang tengah dilakukan hingga saat ini. Usaha budidaya udang vaname di Perum Perikanan Indonesia Cabang Karawang berjalan sejak awal 2014. Selain di Karawang, Perum Perindo juga menjalankan kegiatan usaha tambak udang di Pekalongan.

 

Meski belum genap dua tahun, kegiatan usaha budidaya udang di Karawang mampu menunjukkan hasil produksi yang memuaskan. Tim berupaya untuk terus meningkatkan kualitas maupun kuantitas produksi. Rencana ke depan, Perum Perindo Cabang Karawang akan melakukan ekstensifikasi atau perluasan lahan budidaya dari sebelumnya 30 hektar (3 sub blok) menjadi 60 hektar. Penambahan luas lahan budidaya diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi mencapai 800 - 1.000 ton per tahun.

 

Perum Perindo Cabang Karawangjuga mengubah konstruksi kolam lama dengan konstruksi baru. Langkah tersebut guna meningkatkan kualitas maupun kuantitas produksi udang vaname. Konstruksi kolam berbentuk persegi panjang yang digunakan saat ini merupakan konstruksi lama yang semula diperuntukan untuk budidaya udang windu. Konstruksi kolam akan diubah menjadi berbentuk persegi dengan menggunakan central drainage yang lebih memudahkan untuk membuang lumpur, kotoran maupun sisa pakan, sehingga kualitas air dalam kolam budidaya dapat terjaga dengan baik. Kontruksi baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi mencapai dua kali lipat.

 

Berbagai langkah dari perbaikan kolam hingga perluasan lahan dilakukan guna meningkatan kuantitas dengan tetap menjaga kualitas udangyang dihasilkan. Hal tersebut sejalan dengan target produksi udang dari Karawang dan Pekalongan mencapai 785 ton pada tahun 2016 atau naik 5 kali lipat dibanding target tahun 2015 sebesar 175 ton. Perusahaan berupaya menggandakan produksi melihat prospek cerah bisnis udang berdaging gurih dan berprotein tinggi yang kian digemari masyarakat tersebut. Pasar ekspor udang yang relatif mudah dibudidayakan ini pun masih terbuka lebar.