Open Nav
Sinergi Perum Perikanan Indonesia dengan Perum Perhutani Manfaatkan Hutan untuk Silvofisheri

Jakarta, 10 Februari 2016 – Perusahaan Umum (Perum) Perikanan Indonesia melakukan kesepakatan bersama dengan Perusahaan Umum (Perum) Kehutanan Negara (Perhutani) untuk melaksanakan usaha pemanfaatan kawasan hutan dalam bentuk kegiatan silvofisheri. Penandatanganan kesepakatan bersama antara Direktur Utama Perum Perhutani Mustoha Iskandar dengan Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia Syahril Japarin dilakukan pada Selasa (9/2/2016) bertempat di Gedung Manggala Wanabakti Kantor Perum Perhutani.

 

Kerjasama tersebut selaras dengan amanat Menteri Negara BUMN Ibu Rini Soemarno bahwa antarBUMN harus bersinergi untuk menyejahterakan masyarakat. Perum Perhutani sebagai BUMN yang bertugas melakukan kegiatan pengelolaan hutan negara memiliki aset lahan hutan yang masih berpeluang untuk dimanfaatkan secara optimal.  Perum Perikanan Indonesia melihat peluang sinergi pemanfaatan kawasan hutan melalui kegiatan silvofisheri atau kegiatan kehutanan yang dikombinasikan dengan usaha perikanan.

 

Kawasan hutan yang dikelola Perum Perhutani perlu dimanfaatkan secara optimal. Perum Perikanan Indonesia yang bergerak dalam bidang usaha perikanan berkeinginan untuk mengembangkan budidaya perikanan di dalam kawasan hutan yang dikelola oleh Perum Perhutani kecuali hutan konservasi yang tersebar di 3 provinsi diantaranya Jawa Tengah, Jawa Barat dan Banten. Beberapa kegiatan yang akan dilakukan diantaranya pembangunan hutan mangrove dan kegiatan usaha pemanfaatan kawasan hutan melalui kegiatan silvofisheri.

 

Melalui kesepakatan bersama tersebut, kedua belah pihak bermaksud untuk meningkatkan daya guna, hasil guna, dan produktivitas pemanfaatan kawasan hutan. Beberapa tujuan yang diharapkan dari kerjasama tersebut diantaranya optimalisasi fungsi kawasan hutan sekaligus mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan nasional khususnya di bidang perikanan.

 

Selain itu, kerjasama pemanfaatan hutan dengan kegiatan perikanan dapat meningkatkan nilai tambah dalam pengelolaan sumberdaya hutan yang bertujuan meningkatkan pendapatan bagi Perum Perikanan Indonesia maupun Perum Perhutani.