Open Nav
Kita Harus Bisa Meningkatkan Nilai Tambah Produk Perikanan

JITUNEWS.COM - Sejak resmi menjabat sebagai Direktur Utama PT Perum Perusahaan Indonesia (Perindo) 22 bulan lalu, Agus Suherman langsung bergerak cepat. Dia berusaha untuk menyembuhkan perusahaan yang kinerja keuangannya merugi.

 

Pria kelahiran Tulang Bawang Lampung ini pelan-pelan mengubah perusahaan menjadi best player di sektor perikanan. Alumnus Universitas Diponegoro (Undip) Jurusan Perikanan pada tahun 1998, dan jebolan magister di Institut Pertanian Bogor (IPB) bidang Teknologi Kelautan, tahun 2002 serta Doktor dalam bidang studi yang sama pada tahun 2007 ingin menjadikan Perindo sebagai operator yang mampu menghasilkan keuntungan.

 

Untuk mencapai mimpinya itu, Agus melakukan revitalisasi alat-alat produksi yang sudah tua. Hal ini dilakukan agar produktivitas  usaha Perindo mampu meningkat. Maklumlah sejak lahirnya Peraturan Pemerintah tengtang Perindo tanggal 23 Januari 2013 Perindo diberikan keleluasaan untuk melakukan usaha di bidang budidaya, pembenihan, pemasaran dan pengelolaan ikan. Lantas bagaimana sepak terjang pria kelahiran 3 Agustus 1976 ini di tahun 2015?  Jurnalis Jitunews.com Hasballah dan Bayu Erlangga berkesempatan mewawancarainya dalam sebuah kesempatan pekan lalu.

 

Berikut petikan wawancaranya :

 

Jitunews.com: Sepanjang 2014 bagaimana pencapaian perusahaan selama ini ?

 

Agus Suherman:  Kalau dikaitkan dengan rencana dalam perusahaan, Sampai dengan November kami sudah melampaui target. Pendapatan kami saat ini mencapai Rp 11,9 miliar sementara target kami adalah Rp 8,4 miliar. Bila dibandingkan dengan tahun 2013 target kami masih sama namun sedikit lebih baik.

 

Jadi 2014 target kita adalah Rp 8,4 miliar, Alhamdulilah baru bulan November kita sudah tumbuh menjangkau hingga Rp 11,9 miliar. Bila dibandingkan dengan tahun 2013 memang masih sama, tapi lebih baik sedikit dibandingkan tahun sebelumnya.

 

Jitunews.com: Apa saja yang dilakukan sepanjang 2014 ini ? Bisa dijelaskan?

 

Agus Suherman:  Sepanjang 2014 kami melakukan banyak perbaikan terutama pada alat-alat produksi. Kemudian kami juga memperbaiki sistim bisnis perusahaan. Bila dulu kami hanya fokus pada jasa pelabuhan maka sejak 2013 kami sudah bisa melakukan kegiatan bisnis perikanan mulai dari perikanan budidaya, pengolahan, pemasaran sampai pada kegiatan perikanan. Guna kepentingan tersebut maka sejak beberapa tahun terakhi ini kami selalu memperbarui alat-alat produksi dan Insya Allah tahun 2015 perbaikan alat produksi bisa rampung.

 

Sekarang dengan sistem bisnis yang baru, kami juga ikut melakukan bisnis pengolahan perikanan. Bisa dilihat sendiri kami mencoba melakukan produksi pengolahan dengan melakukan kerjasama kemitraan bersama dengan masyarakat dan usaha mikro kecil menengah. Mereka kami bantu juga pemasarannya. Misalnya ada produk bandeng tanpa tulang, bakso ikann, tahu bakso ikan dan seterusnya. Produk olahan itu kami beri brand yaitu iwaqu

 

Jitunews.com: Lalu dalam menggenjot bisnis pengolahan tersebut apa saaja yang dilakukan selain bekerjasama dengan mitra binaan?

 

Agus Suherman:  Tentunya kami juga melakukan kegiatan pembenihan udang di Lampung. Dan lahan pembenihan tersebut kami sanggup memanen setidaknya Rp 30 juta per bulan. Selain itu kami juga melakukan pembudidayaan tambak udang di Karawang dengan mengoptimalisasi mengoptimalisasi lahan yang  dimiliki Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan hak garap berada di masyarakat.

Tahun 2015 nanti kami akan tingkatkan kapasitas produksi pertambakan karena revitalisasi alat-alat produksi rampung. Selepas itu kita akan bangun cold storage untuk penyimpanan beku perikanan di Jakarta. Kemudian kita juga akan bangun di Jawa Timur, Lembang, Pati, Pekalongan. Dengan pembangunan cold storage tersebut maka pada saat harga ikan terlalu tinggi kami akan keluarkan agar nelayan dapat ikut menikmatinya. Jadi kami berharap nelayan juga bisa memberikan nilai tambah terhadap produk-produk hasil tangkap maupun kegiatan budidaya.

 

Jitunews.com: Sekarang bagaimana prospek pertumbuhan di 2015 untuk bidang perikanan? Bisa dijelaskan?

 

Agus Suherman:  Tahun depan kami sudah memasang target ada pertumbuhan 224 persen. Tahun depan kami juga memasang target hingga Rp 20,8 miliar sedangkan di 2014 ini laba kami mencapai Rp 11,9 miliar. Kami optimis bisa tercapai dikarenakan alat-alat produksi yang kami miliki sudah diperbarui.

 

Jitunews.com: Pertumbuhan di Perum Perindo ini sangat pesat. Apa saja yang Anda lakukan mengingat tadinya ini adalah perusahaan yang rugi?

 

Agus Suherman:  Jadi begini saya masuk sekitar 22 bulan yang lalu. Yang pertama saya lakukan adalah transformasi budaya melalui pembenahan sumber daya manusia. Ini adalaah bagiaan terpenting dari korporasi. Jadi kita mencoba memperbaiki budaya kerja, nilai-nilai filosofis, sehingga dengaan demikian kita memiliki budaya kerja yang sama yaitu integritas, semangat, profesionalitas dan revolusioner.

 

Dengan perbaikan budaya kerja itulah maka kita bisa turut berperan dalam mensejahterakan bangsa. Kita tidak boleh hanya datang kerja terus pulang  dan seterusnya sehingga tidak punya  makna dalam bekerja. Tapi kalau kita berangkat ke kantor ingin menjadi bagian  Indonesia ini dalam artian kesejahteraan bangsa maka maknanya pun berbeda. Itu yang kami ubah.

 

Setelah memperbaiki budaya kerja, kami kemudian mengembangkan transportasi bisnis. Tranformasi bisnis  yang dimaksud adalah kita tidak hanya menjadi penonton yang  dulu hanya sewa menyewa lahan,  namun saaat ini kita masuk menjadi player, kita bangun alat produksi yang baru kemudian kita ingin mengedepankan yang mana kita punya peran meningkatkan nilai tambah dari prikanan nelayan maupun pembudidaya ikan. Mulai dari jasa pelabuhan, sistem rantai dingin, cold storage untuk menampung ikan dengan teknologi yang baik sehingga kita bisa bisa meningkatkan nilai tambah.

 

Yang kita kembangkan misalnya di Karawang. Itu target panen biasanya satu petak 1 ton, saat ini kita bisa panen menjadi 5-6 ton, Insya Allah Januari besok kita panen  perdana untuk kegiatan itu.  Besok itu kita akan panen hingga 8 petak yang berarti kita bisa mendapat 35 sampai 40 ton. Kemudian kita juga bekerja sama dengaan BUMN seperti Hutama Karya untuk pendayagunaan lahan tambak.

 

Jitunews.com: Potensi perikanan saat ini seperti apa? Bisa diberikan gambarannya?

 

Agus Suherman:  Potensinya sudah sangat luar biasa. Untuk budidaya  perikanan laut saja lahannya mencapai 12,5 hektar, kemudian untuk budidaya air tawar kita punya lahan seluas 3 juta hektar, air payau ada lahan  2,5 juta hektar.  Dari potensi itu kita coba bangun industri perikanan ini dari hulu sampai ke hilir. Mulai dari penyediaan sarana dan prasarananya  sampai pada proses  pemasaran, pengolahan,  dan seterusnya.

 

Jitunews.com: Terkait dengan pakan ikan sendiri tahun depan prospeknya bagaimana?

 

Agus Suherman:  Kami masih mau melakukan proses pembangunan. Jadi baru selasai pada  2016 . Jadi kita belum bisa berbuat banyak di tahun 2015 khusus untuk pakan. Tapi untuk teknologi  budiya kita akan melakukan bersama-sama teman-teman di litbang dan dari ini berbagai macam bersama mereka kita membangun insyallah bisa apa yng diharapkan bisa tercapai.

 

Jitunews.com: Dari berbagai aspek bisnis, sektor apa yang memberikan kontribusi paling besar bagi pendapatan perusahaan? Apa  masih dari budidaya?

 

Agus Suherman:  Kontribusi dari segi apa dulu? Untuk pendapatan kontribusi pembudidaya  masih tertingi. Ini karena semuanya terkontrol. Kemudian untuk penangkapan kan  proyeksi kita belum  memiliki kapal tangkap. Nanti kita lihat  bagaimana regulasi, memungkinkan apa tidak,  kita punya kapal tangkap.

 

Jitunews.com: Kalau prospek produk pengolahannya seperti apa?

 

Agus Suherman:  Kalau pengelolaan seperti tadi, kita kan mengolah produk-produk  yang mampu digerakan dan dihasilkan  oleh masyarakat, kita  branding bersama, nanti  jadi  mendungkung untuk  proses pemasaran dan sampai ke penetrasi pasar.

 

Jitunews.com: Saat ini sudah berapa produk yang dihasilkan?

 

Agus Suherman:  Sudah sampai 26 prodak kita baru mulai 3 bulan lalu karena ini proses yang panjang, kita butuh produk-produk yang memiliki nilai daya saing yang memadai. Dan sejauh ini sih cukup bagus.

 

Jitunews.com: Apakah masuk pasar juga?

 

Agus Suherman:  Ya jelas,  sekarang sudah kita lakukan dengan  toko dan gerai-gerai. Karena produk ini dihasilkan oleh masyarkat, nanti kita branding bersama, kemudian kita bina, untuk meningkatkan nilai lebih hasil tangkapan. Tapi kami belum untuk ekspor, kalau udang sudah ekspor. Sekarang ini produk kami masih untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal. Sebenarnya kalau kita mau mempenetrasi pasar  mengembangkan,  dan ekspansi produk. Insya Allah kita  bisa masuk ke sana.

 

Jitunews.com: Tantangannya produksi pengelolahan seperti apa?

 

Agus Suherman:  Bahwa penduduk terus menaik kemudian kebutuhan pangan terus meningkat . Inikan jelas pangan menjadi bagian terpenting bagi hidup kita. Dan jelas bahwa ikan ini merupakan  yang memiliki nilai  gizi yang tinggi terutama Omega 3 nya . Dan saya pikir kegiatan  kampung nelayan adalah bagian dari upaya mempromosikan produk pengolahan perikanan. Jadi pengelolahan perikanan diharapkan akan memberikan nilai tambah di masyarakat. Misalnya satu kilonya berisi 4 ikan dengan harga Rp 20 ribu. Kalau diolah dengan baik maka kita bisa mendapatkan nilai tambah dengan cara mengemasnya secara menarik.

 

Jitunews.com: Kalau pengetahuan soal pengelolahan ikan, apakah nelayan sudah menguasai teknologinya dengan baik?

 

Agus Suherman:  Banyak sekali nelayan sekarang sudah pandai berkereasi. Contohnya bandeng tanpa duri itu kan luar biasa. Di sentra cluster-cluster, kemudian pengolahan surimiedan saya malah merasa kok optimis dalam waktu 3-4 tahun ke depan  bahwa sektor perikanan paling tidak akan menyumbang kontribusi untuk bangsa.

 

Jitunews.com: Saat ini posisi perikanan kita di dunia seperti apa?

 

Agus Suherman:  Kalau bicara soal produksi perikanan posisi kita nomor 2, yang pertama China  tapi selisihnya tinggi kalau biacara  produk China bisa menghabiskan nya 60 ribu  ton per tahun.  Kalau kita hanya 9 juta ton. dulu sih  kita nomor 5, sekarang ada peningkatan. Tapi walaupun selisihnya jauh. Penduduk China itu kan penduduknya 1 miliar 1 orang saja disamakan ¼  kg perharinya.

 

Jitunews.com: Tapi kan untuk konsusi ikan kan sekali lagi pengaruhnya sama budaya, yang masih tinggi makan ayam bukan ikan, bagimana tanggapannya?

 

Agus Suherman:  Ya tergantung ketersediaan. Masyarakat kita bukan  tidak mau makan ikan  terutama ketersediaan ikan dan kita mau praktis di dalam mengolahnya. Lah sekarang kalau sudah jadi bakso sudah jadi tahu bakso menjadi macam-macam tadi maka  banyak yang suka makan ikan. Dan memang ini yang jadi tantangannya juga.

 

Jitunews.com: Lalu apa saja kira-kira kendala menjalankan usaha di tahun 2015 ke depan?

 

Agus Suherman:  Kendala selalu ada. Dan kita  ubah kendala itu menjadi sebuah prospek ataupun kekuatan kita terutama persoalan pendanaan. Kita sih inginnya cepat tapi pendanaannya tidak memadai, Ya salah satu cara yakni memilih prioritas yang mana yang harus didahulukan. Kemudian ketersediaan SDM masih kurang di akan kita tambah dengan tenaga baru agar produktifitas perusahaan lebih baik lagi.

 

Sumber : Jitunews.com 2014