Open Nav
Pancaroba
Written by Humas

Masa peralihan memang titik paling kritis dalam kehidupan. Entah itu sikus kehidupan manusia atau siklus kehidupan perusahaan. Pada kondisi ini, terjadi tantangan dan gejolak yang harus dilewati dan biasanya tidak mudah.

 

 

Apabila kita melihat perkembangan seorang anak dari merangkak, berdiri dan kemudian belajar berjalan, banyak hal drastis yang terjadi. Pada saat belajar berjalan, biasanya anak kecil akan melewati masa jatuh bangun berkali-kali, diiringi tangisan. Bahkan tangisan orang tuanya ketika sang anak terjatuh sampai terluka misalnya. Proses jatuh bangun tersebut membuat sang anak terlatih. Lama-kelamaan, si kecil akan mampu berjalan, dari tertatih hingga tegak mantap. Dan saat itulah menjadi momen bahagia bagi orang-orang di sekitarnya. Tawa akan pecah membalas tangisan yang dulu.

 

 

Perusahaan yang melewati masa pancaroba layaknya seperti anak kecil yang belajar berjalan tadi, akan melewati jatuh bangun yang menyakitkan menuju kondisi stabil dan kuat. Pancaroba dalam sebuah perusahaan juga tidak selalu ditentukan oleh usia perusahaan. Misal perusahaan yang sudah di atas 5 tahun pasti akan survive, nyatanya beberapa perusahaan yang bahkan sudah berumur hampir seabad bisa collapse dan bangkrut, misal Nyonya Meneer.

 

 

Siapa tak kenal Perusahaan jamu Nyonya Meneer? Perusahaan yang dianggap sangat kuat, bahkan sering menjadi joke karena dianggap sebagai nyonya paling kuat berdiri, karena memang berdiri sejak 1919! Perusahaan legendaris ini pada akhirnya harus tutup karena tidak mampu beradaptasi dengan perubahan jaman. Sementara itu, perusahaan jamu tetangganya malah mengglobal dengan produk inovatif dan campaign yang cerdas.

 

 

Perusahaan bisa mengalami pancaroba karena beberapa faktor baik internal maupun eksternal. Faktor internal misalnya; penerapan sistem manajemen baru, pengembangan usaha baru, perubahan visi perusahaan, bahkan yang ekstrim perubahan bidang usaha misalnya. Faktor eksternal misalnya perubahan preferensi konsumen, produk pesaing lebih inovatif, harga pesaing lebih kompetitif dan kebijakan pemerintah.

 

 

Kemampuan perusahaan untuk beradaptasi secara internal dan eksternal sangat penting. Di sinilah peran penting dari kepemimpinan dan soliditas tim untuk terus menerus belajar dan bekerja sama. Sekarang mari kita sama-sama mengukur kondisi perusahaan kita saat ini, sedang di masa pancaroba atau tidak? Kalau iya, kita harus bersiap dengan kerja cerdas, kerja keras dan kerja tuntas!

 

 

 

Belawan, 13 Juli 2018
Risyanto Suanda
Perum Perikanan Indonesia